Peran Antagonis Pembunuh Tergambar Di Single ‘Symptoms of Indiscriminate Slaughter’

tacul 13 Mei 2024

Death Prophecy band slamming death metal asal Salatiga dengan lima punggawa pemuda berbahaya telah merilis single terbaru mereka di tahun 2024 ini yang mengusung jejepangan, apakah di dalam Death Prophecy semua seorang wibu?

“Symptoms of Indiscriminate Slaughter” adalah lagu baru mereka yang menceritakan pembunuh buas dengan watak antagonisnya. Single baru mereka juga menyelipkan penggalan kisah 47 Ronin. Single baru ini telah dirilis pada 22 April 2024 dan mereka juga sudah menyiapkan amunisi untuk pelepasan album kedua mereka, dengan mengkonsepkan kebrutalan khas dari Death Prophecy itu sendiri.

Dengan penantian lama proses single terbaru mereka, dikarenakan kesibukan masing-masing yang sudah berbeda domisili hal tersebut adalah menjadikan materi telah telantar sejak lama. Setelah itu mulai tersentuh lagi di awal 2024. Mereka telah bersabar lama, akhirnya memutuskan eksekusi materi dengan home recording secara terpisah (dibantu beberapa teman) sebagai solusi yang paling tepat.

Death Prophecy
Cover artwork yang dikerjakan Syn Danendrea Illustration

Menurut mimin sendiri Death Prophecy ini adalah band yang sangat unik karena band slamming brutal death metal asal Salatiga ini mengusung konsep jejepangan mulai dari cover art mereka selalu ada simbol khas Jepang seperti samurai, catana yang adalah senjata panglima perang Jepang. Apalagi mereka sudah mempunyai julukan yaitu “slamurai” yang dijabarkan menjadi slam dan murai atau samurai. Satu pertanyaan dari mimin dan netizen untuk Death Prophecy. Apakah kalian seorang wibu?

Mereka memberikan sajian single yang mewah yang berdurasi 2.40 menit dan untuk komposisi sepertinya mereka memberi aksen berbeda dibeberapa part di single tersebut, menyisipkan sedikit lead guitar dan sedikit part ala beatdown.

“Kami mencoba mengeksplorasi warna baru di single ini,”Kata Randy sang vokalis.

Cover art single mereka dibuat oleh Syn Danendrea Illustration (Syndromea Art Illustration), ⁠mixing dan mastering digarap Ultra Organic Studio. untuk label sendiri mereka saat ini belum ada, barang kali ada yang mau melabeli Death Prophecy band cadas dan unik ini.

Line-up Band

Randy Fabiantoro – vokal
Eko Aryo Widodo – gitar
Raka Rizaldy – gitar
Yoga Haidar – bass
Fadhil Alinurda Maghfironsyah – drum.

Jhon Tacul

Penulis adalah vocalis band Vomiting Intestine. Sapa dia di instagram @aldi.johntacul

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait