Sorem di album barunya memadukan scale nada pentatonis nusantara dan menyertakan aspek pemikiran dari Tantra Bhairawa, sastrajendra hayuningrat, serat gatholoco, dewaruci dalam musik black metal-nya.
Masih tetap hangat untuk diulas bersama para legiun black metal asal Kota Probolinggo yang berpegang teguh pada aliran bhairawa. Sabtu legi, purnama kasangga (24/02/2024) Sorem mempersembahkan album ketiga bertajuk Esoteria kepada seluruh entitas jiwa. Album yang bermuatan delapan trek gelap ini dirilis oleh dua label sekaligus yakni Sadist Recs dari Bali dalam format CD digital dan juga Throne Musickness dari Malang dalam format kaset pita.
Tittle album ketiga Sorem Esoteria berasal dari gabungan kata esoterik dan nusantara. Esoterik adalah sebuah istilah yang mengacu pada aspek ajaran dan pemahaman yang dilakukan secara khusus dan hanya dimengerti oleh sekelompok orang tertentu.
Dalam terminologi peradaban nusantara kuno hal ini disebut sebagai kawruh sinengker atau pengetahuan yang tersembunyi. Kawruh sinengker adalah instrumen kebijaksanaan dalam memahami misteri. Sebagaimana banyak peninggalan peradaban yang adiluhung disekitar kita seperti keris, batik, candi, lontar, namun kita butuh memahami kebijaksaan esoterik untuk mampu menghayati dhapur sebuah keris agar bisa nyawiji dengan pemiliknya, menghayati sebuah batik agar memahami kapan dan di mana menggunakannya, atau memahami pahatan candi di sekitar kita.
Tidak sekedar mampu membaca, namun mengacu pada penghayatan dan faktor psikologi-antropologi peradaban pada era tersebut. Itulah yang mendasari Sorem menghasilkan album ini. Menyampaikan
makna secara visual yang tematik, lirik yang lugas, perpaduan scale nada pentatonis nusantara dan menyertakan aspek pemikiran dari Tantra Bhairawa, Sastrajendra Hayuningrat, serat Gatholoco, dan Dewaruci.
“Ada kebijaksanaan tersembunyi yang harus pendengar cari sendiri diantara misteri melalui kacamata rwa bhinneda kanan-kiri, baik-buruk, hitam-putih; dalam memahami segala hal, agar tercipta perspektif yang utuh sebagai insan nusantara yang paripurna,” ujar Eitaz, sang gitaris.
Proses pengerjaan album Esoteria ditangani langsung oleh Eitaz di tiga studio berbeda yaitu pengerjaan tiga lagu Karasu tudio, Batu, satu lagu di Senopati Studio di Malang dan dua lagu home recording milik Eitaz sendiri di Probolinggo, hingga lahirlah delapan trek..
Untuk tahap penyelesaian akhir mixing-mastering dikerjakan sendiri oleh Eitaz dengan tujuan supaya nyawa dari album Esoteria ini tetap terjaga dan pesan-pesan yang tersirat dalam balutan sound bisa tersampaikan kedalam telinga para pendengar.
Sesi Tanya Jawab Bersama Eitaz
Metallagi: Apa yang membedakan album ketiga dengan album-album sebelumnya?
Dalam aspek musik, yang membedakan album ini dengan album-album Sorem sebelumnya adalah di album ini akhirnya Sorem me-mixing lagu-lagunya, tidak seperti album-album sebelumnya yang hanya melakukan balancing untuk mendapatkan organic sound ala band-band oldschool black metal namun berisi materi new school black metal. Dibalut dengan nada etnik nusantara, sebagai bentuk identitas yang berdaulat.
Di beberapa video klip Sorem memang tidak luput dari tempat-tempat yang mempunyai sisi historis yang lekat dengan Probolinggo seperti Madakalipura, Hutan Jati, Mungeng, Pulau Gili, Pantai Bentar, Bukit Bintang, Hutan Bakau Pantai Tanjung Tembaga, Taman Hidup, Candi Jabung, hingga Bromo.
Metallagi: Apa yang menjadi latar belakang Sorem untuk mengangkat tempat-tempat tersebut sebagai visual di dalam lagu?
Sebenernya biar sengaja multitafsir sih maknanya Mas, yang pertama sebagai identitas dari mana kami berasal, sesuai dengan single “Hymn For Eternal Cold” yang diambil dari album pertama Legion ov Tengger Land.
Yang kedua agar orang-orang yang berkunjung ke lokasi tersebut akan memahami pesan yang kami sampaikan melalui lirik setelah berinteraksi langsung dengan alam.
Yang ketiga lebih menekankan atmosfir Indonesia berbeda dengan kebanyakan atmosfir yang populer di Eropa. Dan ini jika terlihat oleh penikmat musik luar negeri bisa mendapatkan referensi baru dan bisa menunjang sektor pariwisata di Probolinggo.
Personil Baru Sorem
Terdapat perubahan formasi Sorem saat ini yakni di lini drum dan vocal untuk menghadirkan warna tersendiri dari karakteristik Sorem yang sudah terbentuk. Formasi terbaru Sorem yakni Luph sebagai vokalis, Eitaz sebagai gitaris, Totto sebagai bassist, dan Ghattot sebagai drummer.
