Suarakan Penghentian Genosida Palestina, Hysteroctomy Hadirkan “Gaza”

adhe 28 Januari 2024

Single “Gaza” tercipta atas dasar kebencian mendalam terhadap invasi tentara Israel terhadap rakyat Palestina yang kejam dan biadab. Begitu banyak nyawa anak kecil yang tidak bersalah melayang serta hancurnya tempat infrastruktur sosial seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah yang menjadi sasaran rudal.

Two Man Death Metal Asal Pasuruan, Hysteroctomy, baru-baru ini menjadi sorotan pasca perilisan single anyar berjudul “Gaza” pada 1 Januari 2024 melalui akun youtube resmi mereka.

Band yang digawangi oleh dua saudara sepupu yakni Muhammad Aldi Arifin (vokal) dan Muhammad Bagus Kuncoro Adi (gitar) telah menyuguhkan konseptual segar dikancah musik cadas Indonesia dengan mengangkat tema sejarah Islam yang berkaitan dengan peperangan sama halnya band-band metal lawas diantaranya Purgatory, Tengkorak, Children Of Gaza dan lain-lain.

Penggarapan single “Gaza” direkam di Vertuso studio, Malang. Mixing dan mastering dikerjakan oleh Dwiki Yulianto dari Illogic Studio, Pasuruan. Dan untuk pengerjaan artwork sendiri dikerjakan oleh Fajar.

Single “Gaza” tercipta atas dasar kebencian mendalam terhadap invasi tentara Israel terhadap rakyat Palestina yang kejam dan biadab. Begitu banyak nyawa anak kecil yang tidak bersalah melayang serta hancurnya tempat infrastruktur sosial seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah yang menjadi sasaran rudal.

Dari segi lirik mereka menceritakan tentang kehancuran di Gaza atas genosida yang dilakukan oleh tentara Israel serta beberapa potongan lirik yang terpanjatkan sebagai doa untuk para mujahidin yang syahid di medan perang.

Berikut Pernyataan Hysteroctomy Kepada Tim Redaksi Metallagi Tentang Proses Pembuatan Single “Gaza”.

“Sejak awal Hysteroctomy sudah mempersiapkan dengan matang tentang konsep materi terbaru perang badar, akan tetapi H-1 sebelum masuk studio rekaman mereka berdua sempat terbesit di dalam pikiran tentang invasi Israel di Jalur Gaza saat ini yang makin memanas, dan akhirnya mereka berdua sepakat untuk mengubah keseluruhan lagu mulai dari aransemen musik hingga lirik di lagu menjadi “Gaza,” ungkap Bagus sang gitaris.

“Di sisi lain saya juga tersentuh dan merasakan apa yang terjadi meskipun tidak nyata dengan mata kepala sendiri, tapi pakai hati. Saya memikirkan bagaimana jika kita yang ada disana dan kita yang menjadi korban penjajahan tersebut pastinya apa yang mereka rasakan jelas kita rasakan, disisilainnya kita hanya bisa mendoakan untuk saudara kita yang ada disana, kita mengaplikasikan keresahan menjadi lagu untuk kita dan mereka” imbuh Bagus.

sang vokalis, Aldi juga menambahkan bahwa ia adalah yang menulis liriknya. saat menulis, ia sedih sekaligus marah mendengar kabar dari Palestina hari itu.

“Mungkin saya tidak sekuat Bagus untuk tetap tegar apa yang dia pikirkan untuk lagu Gaza ini, saya di saat Bagus bilang untuk mengganti tema tentang Gaza saya langsung mengiyakan waktu itu langsung, di tengah malam hari saya menulis lirik tersebut dengan sangat emosional yang tak bisa membendung air mata, saya berfikir mereka semua syahid dan tetap mendoakan mereka yang berada di sana,” kata Aldi.

Kilas Balik Hysteroctomy

Hysteroctomy
Sampul single Hysteroctomy

Delapan tahun silam Hysteroctomy sempat merilis demo berisikan 2 lagu “Saldin dan Jahiliyah” dengan format raw mixing namun belum didistribusi dalam bentuk fisik, tak sampai disitu saja Hysteroctomy pun meluncurkan single perdana berjudul Umar tahun 2020 silam dan kini mereka bangkit kembali dari masa hiatus 3 tahun lamanya.

Adhe Crusher

Penulis adalah vokalis Berantai, juga anchor di Night Distortion. Sentuh dia melalui instagram @adhe_crusher

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait