Sensor Motorik Edukasi Safety Riding Lewat Musik Slamming

tacul 28 Januari 2022

SENSOR MOTORIK ini telah cukup besar di kalangan pecinta musik cadas yang bergenre slamming death metal. Bulan lalu, 21 Desember 2021 mereka telah memuntahkan satu album yang cukup dibilang unik dan membuat mimin harus untuk diulas band tersebut di Metallagi Media.

Bagaimana tidak unik biasanya band-band yang bergenre slamming identik dengan tema pembunuhan, mutilasi, hingga penyiksaan. Akan tetapi di album band asal Bekasi yang berjudul PERCENTAGE OF DEATH RATE ini menurut sang penabuh drum, Nandang Fiqih Budiyono, album ini bercerita tentang sebuah tingkat persentase kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.

 “Di mana kejadian tersebut telah banyak merenggut nyawa manusia, makna yang terkandung dalam album baru SENSOR MOTORIK ini adalah bahwa setiap bahaya itu ada dimana saja,” jelas Nandang.

Boleh saja dalam aktivitas sehari-hari kita waspada terhadap pembunuhan atau mendapat perlakuan jahat yang mengancam nyawa kita. Tapi kita juga harus waspada dalam berkendara, karena itu juga ancaman bagi nyawa.

“Ancaman kematian itu dapat menjumpai kita semua, bisa menghabisi nyawa kita secara brutal, membuat kepalamu pecah, dan membuat isi perutmu terbuai tanpa adanya rencana pembunuhan,” imbuh Nandang.

Artwork cover album PERCENTAGE OF DEATH RACE juga menarik. Di sana ditampilkan sebuah gambar truk besar yang seklias seperti Optimus Prime di Transformers dan di kemudikan oleh orang yang seperti zombie.

Band yang berdiri sejak tahun 2015 ini, di album barunya ingin mempertahankan warna musik slam yang lebih easy listening, enjoyable, dan tetap pada jalurnya. Maka dari itu bagi mereka sendiri di album baru ini lebih menonjolkan groovy riff yang lebih dalam lagi pada musiknya, menyesuaikan konsep tema yang mereka bawakan.

Pengerjaan album ini, ada tiga personil yang terlibat yakni Mambang Fri Budiyono sebagai Vokalis, Dien Wiguna Kelana sebagai gitaris dan Nandang Fiqih Budiyono sebagai drummer.

Di album ini, SENSOR MOTORIK ingin menyampaikan bahwa berhati-hatilah di mana pun kalian berada, sayangi nyawa kalian yang berharga itu dengan tidak lalai saat beraktivitas khususnya berkendara, karena kelalaian akan membuat kalian kehilangan nyawa, bahkan juga nyawa orang lain.

Proses Penggarapan Album Sensor Motorik

Setelah itu mimin bertanya dengan Nandang tentang suka duka proses penggarapan album mereka PERCENTAGE OF DEATH RACE ini:

“Saya sebelumnya ingin sedikit bercerita bahwa proses penggarapan album ini benar-benar butuh perjuangan keras. Proses penulisan materi baru ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2019, namun terpending karena keadaan pada saat itu, Dien, sang gitaris sudah tidak tinggal di Bekasi lagi dan menetap di Tasikmalaya kampung halamannya.

Cukup sulit rasanya membuat materi dengan jarak yang berjauhan dan kurangnya fasilitas memadai bagi saya dan Dien karena memang tidak menguasai software recording di PC, itu artinya saya hanya mampu membuat materi baru dengan bertatap muka langsung dengan Dien. Kendala itu berjalan hingga begitu lamanya dan ditambah pada tahun 2020 Indonesia terkena dampak Covid-19 sehingga membuat saya dan Dien benar-benar tidak bisa terkoneksi secara langsung.

Sensor Motorik Band

Namun di akhir tahun 2020 Dien nekat datang ke Bekasi untuk bisa melanjutkan misi yang terbengkalai, tapi itu tidak berjalan mudah begitu saja, karena untuk bertahan di Bekasi dalam waktu beberapa bulan Dien membutuhkan ongkos yang cukup lumayan, dan pada saat itu keadaan Dien belum mendapat pekerjaan lagi, seperti halnya saya yang juga belum bekerja karena ditahun yang sama saya baru saja lulus dari pendidikan S1 saya.

Keadaan saat itu cukup berat kami lalui, ditambah kami harus menyewa studio setiap harinya untuk latihan penggarapan materi baru, menyewa studio dua jam tidak cukup untuk membuat 1 materi baru, dan sialnya kami punya target membuat 10 materi baru, shit!!

Pada akhirnya saya bisa mengatasi masalah tersebut dengan bantuan teman-teman terdekat saya, yang diantaranya ada teman saya yang kebetulan menguasai program software recording Cubase di PC-nya. Saya meminta bantuan dia untuk penggarapan materi SENSOR MOTORIK dengan midi drum sebagai gambaran dari tiap lagu-lagu yang saya buat bersama Dien. Tentunya itu tidak gratis, tapi setidaknya itu mengurangi biaya kami untuk menyewa studio dua jam tiap harinya.

Selepas konsep lagu selesai kami buat, tiba saatnya kami mengeksekusinya dengan rekaman live di Apache Music Studio, namun ternyata masalah kembali muncul pada kami karena dana yang harus dikeluarkan untuk rekaman dan mixing-mastering cukup besar. Kemudian Saya mengatasi masalah tersebut dengan mengkoordinasi ke label kami sebelumnya yaitu Metalgear Music, untungnya label siap membantu SENSOR MOTORIK sepenuhnya hingga perilisan album mendatang. Huuffftt,” jelas Nandang.

Diskografi SENSOR MOTORIK

Banyak rilisan dari Sensor Motorik mulai dari, Promo 2016 yang dirilis pada 20 Juli 2016 oleh Disgorgement Production asal Yogyakarta. kemudian ada, EP Album “Anatomy of the Human Vasculature” yang dirilis pada 07 Juli 2017 oleh Valist Records asal Tangerang. setelahnya ada demo Single “Cutting Human Genitals for Satisfying Necrophilia” yang dirilis oleh Metalgear Music asal Ciamis pada 15 Maret 2019. Dan yang terakhir adalah full-length album “Percentage of Death Rate” yang dirilis dengan label yang sama yaitu Metalgear Music pada 21 Desember 2021.

Setelah berbincang panjang lebar dengan si Nandang Sensor Motorik, kita mengakhiri perbincangan yang cukup hangat dan si Nandang menitip salam dan pesan untuk semua para pecinta musik cadas.

“Harapan, semoga karya-karya kami bisa diterima sepenuhnya oleh khalayak metalheads tanah air dan internasional, serta bisa membuktikan bahwa musik slamming di Indonesia masih tetap eksis. Dan harapan saya untuk skena musik lokal semoga tetap berjaya dari waktu ke waktu, bisa saling menghargai sesama pelaku musik dengan penikmatnya, tidak memandang kasta dan umur agar bisa menjaga keharmonisan dengan generasi-generasi penerus. Pokoknya salam hangat dari saya kepada semua metalhead sekalian,” pungkasnya.

Jhon Tacul

Penulis adalah vocalis band Vomiting Intestine. Sapa dia di instagram @aldi.johntacul

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait