Pada hari kemerdekaan Republik Indonesia, Berantai menyuarakan keresahannya lewat video lirik “Garis Dominan” atas polemik yang terjadi di Indonesia.
Video berdurasi tiga menit lima puluh sembilan detik merupakan introduksi bagi Berantai yang telah resmi bergabung bersama label spesialis death metal asal Malang, Oath Artifact Prods. Sekaligus sebagai pengumuman akan hadirnya EP album kedua Berantai di bulan September mendatang bertajuk Manipulation of Dominion.
Lagu “Garis Dominan” mendeskripsikan tentang polemik fenomena sosial masyarakat Indonesia yang semakin tahun semakin kompleks, terutama dengan munculnya peraturan baru dari pemerintah maupun pejabat negara yang tidak inklusi dan sistematis sehingga dapat memperburuk kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Tim redaksi Metallagi berkesempatan mewawancarai langsung kepada salah satu personil Berantai yaitu Ade (vocal) tentang lagu “Garis Dominan”.
“Selain sebagai introduksi di EP album kedua “Manipulation of Dominion”, lagu “Garis Dominan” merupakan track terfavorit mediang gitaris Berantai Dhany Achmad Ramadhan, karena saya paham betul proses pembuatan lagu tersebut sebegitu rumitnya dan memakan waktu yang tidak sebentar untuk menghasilkan maha karya lagu,” kata Ade.
Yang membedakan antara hasil rekaman lagu “Garis Dominan” di muatan “Demo 2018” dan di muatan EP album kedua “Manipulation of Dominion” adalah dari keseluruhan rekaman gitar di muatan “Demo 2018” mulai dari rythm hingga lead dikerjakan sepenuhnya oleh mendiang Dhany.
Sedangkan di muatan EP album kedua “Manipulation of Dominion” take rekaman rythem masih dikerjakan oleh mediang alm Dhany sebelum pandemi covid 19 namun takdir berkata lain. Akhirnya isian lead dikerjakan oleh Achmad Romdhoni sebagai pengganti mendiang Dhany.
Cover Artwork EP album kedua “Manipulation of Dominion” sebetulnya juga kompleks dengan masing masing track yang ada di EP album tersebut, namun saya memilih salah satu lagu yakni “Garis Dominan” yang masih relevan antara lirik dengan visual artistik death metal yang bersinggungan dengan kematian dan pembunuhan.
Itu divisualisasikan dengan raja iblis duduk di singgasana bagaikan pemimpin yang haus akan kekuasaan serta pasukan iblis pembunuh layaknya aturan di negeri ini yang merampas hak-hak masyarakat bawah.
“Dengan hadirnya lagu ‘Garis Dominan’ saya berharap band-band di Pasuruan Khususnya, tetap menyuarakan ketidakadilan di negeri ini melalui karya lagu, apapun genrenya. Karena esensi karya adalah bentuk dari seni perlawanan,” ucap Ade.
Video lirik “Garis Dominan” dikerjakan oleh BSA Graphic milik Aditya Prakoso musisi asal Surabaya. Dan untuk artwork dikerjakan oleh Hyperbholic Artwork milik Mohammed Khoirul Anam ilustrator asal Banyuwangi.
Sekarang kalian bisa menikmati video lirik dari Berantai dengan judul “Garis Dominan” di akun youtube Oath Artifact dan seruan digital platform akan segera hadir dalam waktu dekat.
Credit:
Artwork by Hyperbholic artwork
Motion Graphict by Bsa graphic
Mixing and mastering by Orvius Soundlab, Tulungagung.
Logo by Venenum Illustration.
Sound engineering by Arrizal Qohar & Wahyu Kurniawan
Recording at D’fez studio, Pasuruan.

