Amorphous Menafsirkan Abnormalitas dan Ambisi di Album “The Light Perish”

adhe 30 Agustus 2024

 

“Akan tiba saatnya di mana manusia mengacu pada penyimpangan moral yang bertentangan dengan norma sosial bahkan norma agama dengan menjual harga diri dan mengikis akal sehatnya demi nafsu duniawi. Hakikat kehidupan manusia akan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sampai mencapai tingkat kepuasan tertentu. Secara perspektif manusia hidup berdampingan dengan malaikat, jin, dan golongan setan.”

Atas nama setan Amorphous bersaksi!!! Realitanya telah banyak manusia yang telah mengimani kekuasaan iblis tanpa di sadari bahkan dengan penuh kesadaran. Mereka akan mempersembahkan sepenuh jiwanya dan melakukan apapun demi hasrat kesenangannya kepada Azazel, sang pemimpin bangsa jin sekaligus penjaga iblis neraka.

Pada 21 Juli 2024, duo black metal asal Tasikmalaya, Amorphous merilis debut album bertajuk “The Light Perish” via label asal Cimahi, Metalgear Music dengan format CD dibuka secara pre-order. Sedangkan untuk versi digitalnya sudah diluncurkan terlebih dahulu tanggal 17 Agustus 2024 kemarin melalui Spotify, Joox, Deezer, Itunes dan lain-lain.

Album yang bermuatan 8 trek gelap dan penuh dengan kutukan tersebut menjadi penegasan Amorphous sebagai bentuk kobaran energi negatif musik ekstrem khususnya di Tasikmalaya agar tetap menyala.

Sebelumnya, Amorphous sudah merilis single berjudul “Cursed Flames” (self-release) yang menjadi gerbang pembuka menuju debut album The Light Perish.

Proses penggarapan album The Light Perish memakan waktu setahun penuh yang dimulai pada awal tahun 2023 di Damage Studio milik adit yang sekaligus sebagai vokal/gitar di Amorphous. Adit juga berperan penuh atas penulisan lirik dan menyusun aransemen bersamaan dengan Bay (gitar).

Setelah semua materi rampung untuk mixing dan masteringnya dipercayakan kepada Black Demon Record (Bandung). Untuk sampul album dikerjakan oleh Aghypura Kusuma, design layout dibantu oleh Nvrds:visualz, dan photo dibidik oleh Doni.

Amorphous adalah sesuatu yang tidak berbentuk dan terpengaruh kuat oleh lantunan musik setan dari swedia pada era black metal gelombang kedua. Amorphous terlahir dari ketidakpastian menyusuri dimensi gelap dengan spontanitas komitment di kota kecil Tasikmalaya.

amorphousat

Komitmen tersebut terjadi pada November 2022 atas hasil dari kesamaan opini untuk membentuk unit blackened death metal yang disepakati oleh 2 kepala yaitu Adittyarama (vokal) dan Bay (gitar).

Saat itu juga Bay membuat logo Amorphous dengan sedemikian rupa, dan bersamaan dengan Adit mulai berkonsep untuk menyusun materi. Tidak lama setelah itu, Amorphous membuktikan komitmennya dengan merilis demo perdananya berjudul “Immortal” dalam format fisik dan digital. Seiring berjalan waktu, gigs demi gigs telah dijajal guna mempertegas produktivitas dan eksistensi band.

Selain itu, untuk kebutuhan live perform Amorphous dibantu additional player : Ooz pada bass, Nug pada gitar, dan Idham pada drum.

Tracklist :
1. Beyond The Apostasy
2. The Throne Above
3. Soul Sacrifice
4. The Light Perish
5. Bloodless Legion
6. Cursed Flames
7. Incarnate
8. Infernal Desolation

Recorded : Damage studio
Lyrics written : Adittyarama
Music composed : Amorphous
Mixing & mastering : Black Demon Studio
Artwork : Aghypura Kusuma
Layout : Nvrds:Visualz
Photo : Doni
[18/8 23.08] Ade Berantai: Diskografi:
• Demo “Immortal” 2022 by Self Release
• Single Promo album “Cursed Flames” 2023 by Self Release
• Full Album “The Light Perish” 2024 by Metalgear Music

Adhe Crusher

Penulis adalah vokalis Berantai, juga anchor di Night Distortion. Sentuh dia melalui instagram @adhe_crusher

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait